Islam bukan seperti ini. . Ulama Syafi’iyah mengharamkan berjabat tangan dengan …

///Islam bukan seperti ini. . Ulama Syafi’iyah mengharamkan berjabat tangan dengan …

Islam bukan seperti ini. . Ulama Syafi’iyah mengharamkan berjabat tangan dengan …


 

Islam bukan seperti ini.
.
Ulama Syafi’iyah mengharamkan berjabat tangan dengan yang bukan mahram, juga tidak mengecualikan yang sudah sepuh yang tak ada syahwat atau rasa apa-apa. Mereka pun tidak membedakannya dengan yang muda-muda.
.
Dalil-dalil yang melarang berjabat tangan dengan non mahram.
👇
‘Urwah bin Az Zubair berkata bahwa ‘Aisyah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata,
.
“Jika wanita mukminah berhijrah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka diuji dengan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina ….” (QS. Al Mumtahanah: 12). ‘Aisyah pun berkata, “Siapa saja wanita mukminah yang mengikrarkan hal ini, maka ia berarti telah diuji.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berkata ketika para wanita mukminah mengikrarkan yang demikian, “Kalian bisa pergi karena aku sudah membaiat kalian”. Namun -demi Allah- beliau sama sekali tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun. Beliau hanya membaiat para wanita dengan ucapan beliau. ‘Aisyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menyentuh wanita sama sekali sebagaimana yang Allah perintahkan. Tangan beliau tidaklah pernah menyentuh tangan mereka. Ketika baiat, beliau hanya membaiat melalui ucapan dengan berkata, “Aku telah membaiat kalian.” (HR. Muslim no. 1866).
.
Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
‎لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
.
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
.
Hadits ini sudah menunjukkan kerasnya ancaman perbuatan tersebut, walau hadits tersebut dipermasalahkan keshahihannya oleh ulama lainnya.
.
Hanya Allah yang memberi taufik.
.
.
#dakwahtauhid #antisyirikclub



klik disini untuk menuju kepada sumber artikel

By |2018-08-31T23:05:34+00:00August 31st, 2018|Categories: Articles, Seputar Syirik|Tags: , , , , |9 Comments

About the Author:

9 Comments

  1. mpwaji 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    Rame habis ini.

  2. wahyuputra_r 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    kalo kata ahli syubhat pasti boleh yang penting kan tidak ada syahwat. yang penting kan ini itu.baik…hasanah 😁

  3. ikhwan.daily 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    Demi karomah 😅

  4. _al.anazi 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    Harim yg 2 itu siapa

  5. ridwanhaviz 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    @nilamartika @osirosi_ @syahidanlubis18

  6. vgncw 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    @anggabaggaschara

  7. abie.46 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    Itu masukin uang ya ke kardus.?

  8. driver.epic 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    Itu siapa?

  9. pencarihaq 31/08/2018 at 23:05 - Reply

    yg duduk itu ibu2 siapa?

Leave A Comment